Kok Jahat kali, Aku?

2117 Words

Malam itu, setelah telepon ditutup, kamar Dede kembali sunyi. Lampu meja menyala redup. Bayangannya jatuh panjang di dinding. Ponsel masih ada di genggamannya, layar sudah gelap, tapi jantungnya belum juga tenang. "Enggak." Jawaban itu masih terngiang di kepalanya. Cepat, tegas dan tanpa jeda. Rasanya hampir tidak percaya kalau dia mengatakan itu ke Arsya, lelaki yang sangat ia inginkan waktu dulu. Dede menghela napas panjang, lalu menjatuhkan diri ke atas kasur. Ia menatap langit - langit kamar, kosong, tapi pikirannya tidak. Bohong kalau ia bilang tidak ada apa - apa lagi untuk Arsya. Rasa itu masih ada. Jelas ada. Semua tersembunyi dibilik hati yang ia simpan rapat. Meskipun Ia sempat menjalin hubungan dengan Valen, tapi ruang untuk Arsya itu tidak terganggu gugat. Masih terasa h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD