Bezuk Dede

2247 Words

Ruang keluarga rumah Dede terasa lebih ramai dari biasanya sore itu. Televisi menyala tanpa benar - benar ditonton siapa pun, volumenya kecil, hanya jadi latar suara. Dede duduk di sofa panjang dengan bantal diselipkan di samping tubuhnya. Wajahnya masih sedikit memerah di bagian hidung dan bawah mata, tanda benturan pagi tadi mulai 'bekerja'. Ia sudah berganti baju, kaus longgar dan celana rumah, tapi tetap saja terlihat tidak nyaman. Arsya duduk di kursi tunggal, posisinya agak ke depan, seolah berjaga. Dari tadi ia belum juga pamit pulang. Padahal Tante Indah sudah beberapa kali bilang via telepon, "Udahlah, Mas, kamu pulang aja dulu. Dede perlu istirahat." Jawaban Arsya selalu sama. "Nanti aja, Tante. Aku temani dulu dia." Dan entah kenapa, Tante Indah tidak memaksa. Jam dinding m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD