Jam olahraga itu sebenarnya berjalan biasa saja, main matahari semakin terik tapi mereka tetap berolahraga. Setelah mengolah tubuh dengan pemanasan ringan dan praktek main voli, Anak-anak kelas sebelas IPA 1 tersebar di sekitar lapangan voli, sebagian main, sebagian lagi menunggu giliran sambil duduk di pinggir. Dede berdiri di sisi lapangan, agak menjauh dari tengah. Ia baru saja minum dan menyeka wajahnya dengan handuk kecil. Fokusnya tidak sepenuhnya ke permainan, matanya sempat melirik ke arah tribun kecil, tempat beberapa anak kelas lain menonton, mungkin mereka sedang jam kosong. Tanti duduk di sebelahnya, mereka melihat ke arah lapangan yang diisi oleh anak-anak cowok yang sedang bermain voli agak serius. Tidak ada yang menyangka apa yang akan terjadi. "Dug." Suara benturan itu

