Setelah panggilan telepon dari Arsya di ponsel Dede mati, giliran ponsel Arman yang bergetar di konsol mobil. Nama yang muncul sama persis. Arsya. Arman hanya melirik sekilas, lalu dengan tenang meletakkan ponsel itu kembali tanpa diangkat. "Arsya juga, Bang?" tanya Dede, nadanya sedikit penasaran. "Iya." "Kok nggak diangkat?" Arman menatap jalan di depannya. "Dia pasti mau nyusul kita ke sini. Sudah telat juga, kita aja sudah mau jalan. Biarkan aja." "Bagus juga, De," Tanti langsung nimbrung dari kursi belakang. "Tadi dia ndesak kali minta diajak. Katanya mau diantarnya si Sandra pulang. Manaaaa ...? Sudah dua jam lebih WA-mu baru dibalas." "Mungkin dia nggak lihat HP," jawab Dede setengah membela, setengah malas. "Nggak mungkin Arsya nggak lihat HP, ke mana - mana hp-nya dibawa di

