Arman - Arsya 1

2310 Words

Panggilan Dede akhirnya tersambung. Nada sambungannya bahkan belum selesai ketika suara Tanti sudah lebih dulu terdengar, "Kenapa? Ada yang ketinggalan?" tanya Tanti ringan tidak seperti orang yang sudah buat kesalahan sama sekali. Dari suaranya, sepertinya ia sedang santai, mungkin lagi di kamarnya dan habis mandi. "Iya, ada yang ketinggalan," jawab Dede. "Apa? Kayaknya kau tadi turun nggak bawa apa - apa." Dede menghela napas. Ia menyandarkan punggung ke dinding ruang tengah, tasnya masih tergeletak begitu saja di lantai. Kepalanya masih penuh dengan kejadian di rumah Tanti tadi sore. "Yang ketinggalan itu rasa penasaranku," ucap Dede akhirnya. "Kok bisa - bisanya mamakmu tahu aku suka sama Arsya? Apalah yang sudah kau bilang itu. Aku nggak tahu Bang Arman paham apa nggak tadi."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD