Dekat Tapi Masih Berjarak

2425 Words

Pagi kedua mereka di Paris datang tanpa alarm yang memaksa. Cahaya matahari menembus tirai tipis apartemen, jatuh lembut ke lantai kayu yang sedikit berderit ketika diinjak. Arsya sudah bangun lebih dulu. tapi hanya duduk santai selonjoran di atas sofa bed nya, Iya duduk sambil menatap jendela yang menghadap jalan sempit khas Paris di depan penginapan, jendelanya sudah ia buka tadi. Ada suara langkah kaki orang lewat, bunyi roda koper kecil, dan aroma samar roti panggang yang entah datang dari mana. Dede masih di kamarnya, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Arsya, hanya beda tempat saja. Rambutnya masih sedikit berantakan, wajahnya polos tanpa riasan apa pun. Ia tidak terlihat murung seperti kemarin malam, tapi juga belum sepenuhnya cerah. Ada ekspresi netral yang mulai terasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD