Sore ini sehari sebelum mereka bertiga ke Jakarta untuk mensupport Arman menghadapi sidang skripsi di Jakarta, mereka duduk di salah satu kafe di kawasan Kesawan, tidak jauh dari kantor baru Arsya. Mereka baru pulang dari kantor, kini Arsya sudah punya lima karyawan baru. Kafe tempat mereka duduk ini tidak terlalu ramai, hanya beberapa meja terisi. Dari jendela kaca besar terlihat lalu lalang kendaraan menuju arah Jalan Ahmad Yani. Kota Medan masih panas seperti biasa, tetapi suasana di meja mereka jauh lebih panas daripada cuaca di luar. Mereka sedang membicarakan karyawan - karyawan baru termasuk sekretaris Arsya. Tanti yang sejak tadi memainkan sedotan minumannya tiba - tiba bersuara, nadanya setengah bercanda setengah serius. "Tapi kuingatkan ke kau ya, De, kau harus hati-hati sama

