Senin pagi di rumah Eyang Nino di kawasan Kebayoran Baru terasa lebih sunyi dari biasanya. Matahari bahkan belum sepenuhnya tinggi ketika Arman sudah rapi dengan kemeja putih dan celana bahan gelap. Semua perlengkapan sudah siap. Di kamar, sebelum benar - sbenar turun, ia duduk sebentar di tepi tempat tidur bersama Arsya yang masih setengah bersandar di kepala ranjang. "Aku mau video call Papa Mama dulu," kata Arman pelan. Arsya mengangguk. Layar ponsel menyala. Wajah Papa dan Mama muncul dari rumah mereka di Medan. Papa mamanya sedang dimeja makan. "Sudah siap, bang?" tanya Papa Kana. "Sudah, Pa. Aku minta doa Papa mama ya." Mamanya tersenyum lembut. "Mama dari tadi sudah doa. Tenang saja. Abang itu bukan orang yang asal - asalan belajar. Mama yakin abang bisa melewati semua..."

