Tanti tiba di depan rumah Dede sekitar pukul setengah sembilan pagi. Matahari Medan sudah mulai terasa terik, meski angin masih bergerak malas di antara pepohonan yang berjajar di halaman rumah itu. Ia turun dari mobil sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit basah dan acak - acakan. Tadi habis keramas, tapi belum sempat menyisir rapi. Pagi itu ia memang terburu - buru minta diantar ke rumah Dede, mumpung sopir kebun kebetulan hendak keluar rumah. Sejak tadi pagi, rumahnya sudah kosong. Papa dan Mama pergi lebih dulu, menyisakan asisten rumah tangga dan sopir kebun saja. Ia baru melangkah satu dua langkah menuju pintu ketika sosok Mama Indah muncul dari arah dalam rumah. Perempuan itu tampak rapi dengan blouse warna netral dan tas tenteng di tangan kirinya, jelas bersiap untuk berang

