Meeting Lagi

1513 Words

Senin pagi datang lebih cepat dari yang mereka harapkan. Setelah weekend yang panjang, penuh emosi, tawa, kebahagiaan dan perpisahan kecil yang terasa besar, kehidupan perlahan kembali ke ritmenya semula. Hari kerja sudah datang dimana hari yang menuntut fokus. Hari yang tidak memberi banyak ruang untuk melow terlalu lama. Arsya berdiri di depan cermin, merapikan kemejanya. Wajahnya terlihat lebih segar, meskipun semalam ia tidak benar - benar tidur nyenyak. Terlalu banyak hal yang berputar di kepalanya tentang lamaran, tentang Dede, tentang masa depan yang kini terasa semakin nyata. Ia mengambil jam tangannya, lalu memasangnya dengan gerakan yang sudah terbiasa. Di luar kamar, suara asisten rumah tangga terdengar. "Mas Arsya, dipanggil Eyang disuruh sarapan dulu" "Iya, Kak ... seben

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD