Tidak Usah Kirim Pesan Lagi

2404 Words

Arman menerima ponsel itu dan memutar voice note. Suara Dede langsung terdengar, cepat, penuh emosi, seolah ia berbicara tanpa sempat menarik napas. "Aku sama Arsya kemarin itu ribut, trus endingnya kami diam - diama­n. Dia marah aku tuduh, aku lebih marah lagi karena dia nggak ngaku. Mana dia bilang katanya memang dia sengaja video call aku waktu hari itu. Dia memang mau aku putus sama Bang Valen. Gila nggak itu? Kau mau tahu yang lebih gila lagi? Katanya dia jatuh cinta sama aku. Mau ketawa apa mau muntah kau dengarnya?" Arman mengernyit tipis, tapi tetap diam. "Dia pikir aku percaya dan mudah luluh ya kayak dulu, eh mohon maaf lahir batin lah, dulu mungkin iya, sekarang nggak. Nggak setolol dulu, aku. Kau masih ingat kan waktu dia ngejek aku di kantin itu? Apa katanya? 'Dede itu buka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD