Salah Paham

1611 Words

Arman masih duduk di kursinya setelah menutup telepon dari Arsya. Beberapa detik ia hanya menatap layar ponselnya yang sudah kembali gelap. Ia tahu pembicaraan ini tidak bisa ditunda lagi. Jika Dede sudah bercerita kepada Tanti, maka lebih baik ia sendiri yang langsung menghubungi Tanti. Setidaknya untuk memastikan perasaan Tanti baik - baik saja. Arman menarik napas panjang lebih dulu. Ia bersandar sebentar di kursinya, memejamkan mata, mencoba menenangkan pikirannya. Ia tidak ingin terdengar panik, canggung, atau malah seperti orang yang merasa bersalah ketika berbicara dengan Tanti. Padahal sebenarnya … memang ada rasa tidak enak yang sejak tadi mengganjal di hatinya. Setelah merasa cukup tenang, Arman akhirnya menekan tombol panggilan video. Nada sambung terdengar. Sekali. Dua kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD