Harus Selesai

2509 Words

Setelah menyelesaikan tugasnya, Valen berbaring telentang di atas tempat tidurnya, lampu kamar masih menyala terang karena memang dia belum ada niatan untuk tidur, matanya terbuka menatap langit - langit kamar tanpa ada tujuan, pikirannya tidak mau diam. Sesekali ia memejamkan mata hanya untuk mengganti slide bayangan ia dan Dede dari siang hingga sore tadi. Potongan - potongan kejadian sore tadi, berulang tanpa diminta. Wajah Dede yang terlihat tidak nyaman di dalam mobil. Nada suaranya yang tetap lembut tapi defensif. Dan yang paling mengganggu adalah, suara Arsya di telepon itu. Semuanya terdengar terlalu santai, percaya diri dan seperti ada chemistry yang tak terlihat diantara mereka. Valen menghela napas pelan, lalu berbalik miring ke kanan. "Cuma sahabat, ya," gumamnya pelan, sep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD