Dede menunggu Valen selesai kuliah di kantin fakultas. Sejak tadi dia duduk di salah satu meja panjang dekat jendela, ditemani segelas es teh yang sudah tinggal separuh. Di sekelilingnya, beberapa teman seangkatannya masih asyik mengobrol. Mereka membahas hal - hal ringan, mulai dari jadwal ujian, dosen yang terkenal pelit nilai, sampai rencana liburan masing - masing. Dede ikut tertawa, ikut menyahut sesekali, tapi pikirannya tidak sepenuhnya ada di situ. Ia sesekali melirik jam di pergelangan tangannya. Valen harusnya tidak lama lagi selesai. Tidak sampai satu jam kemudian, Valen akhirnya muncul dari arah gedung fakultas. Masih mengenakan kemeja coklat dengan tas ransel di bahu, langkahnya terlihat santai. Begitu mata mereka bertemu, Dede langsung berdiri. "Aku duluan ya," pamit Dede

