Pesawat yang membawa Arman, Arsya, Dede dan Tanti, akhirnya menyentuh landasan Bandara Soekarno Hatta Jakarta dengan halus. Getaran ringan terasa sesaat sebelum suara roda bergesekan dengan aspal bandara. Tanti yang duduk di dekat jendela refleks menoleh keluar, matanya berbinar melihat deretan pesawat lain yang terparkir rapi. "Sampai juga kita di Jakarta," bisiknya, lebih ke diri sendiri. "Iya. Selamat datang di Jakarta," jawab Dede sambil tersenyum. "Nanti aku kasih tahu di grup kalau kita udah sampe," kata Arman ke Arsya, yang dimaksud tentu saja grup keluarga mereka berempat dengan Papa Kana dan Mama Ana. Arsya hanya mengangguk pelan. Wajahnya sudah jauh lebih tenang dibandingkan saat sebelum boarding, meski sisa - sisa bad mood masih terlihat di matanya. Begitu lampu tanda sabu

