Arman terdiam cukup lama setelah mendengar pertanyaan Dhevi. Bukan karena ia tidak punya jawaban, tetapi karena pertanyaan itu seperti membuka sesuatu yang selama ini tidak pernah benar - benar ia pikirkan secara serius. Bukannya ia tidak bisa membayangkan. Ia bisa. Namun selama ini bayangannya selalu sederhana. Dalam pikirannya, Tanti baik - baik saja dengan rencana hidup yang mereka jalani sekarang. Hubungan mereka berjalan santai, menyenangkan, dan tidak pernah dibebani tuntutan untuk segera menikah. Selama ini semuanya terasa … mengalir saja. Tapi Dhevi butuh jawaban. Arman akhirnya menjawab pelan. "Menurutku Tanti akan baik - baik saja. Kami pernah ngobrol kok soal ini. Intinya aku mau menyelesaikan semua urusan pendidikan sampai selesai internship. Dia dukung." Dhevi tidak lang

