Curhat

2066 Words

Percakapan Arsya tadi malam rupanya tidak benar - benar selesai ketika telepon itu ditutup. Justru setelah sambungan berakhir, kalimat - kalimat adiknya itu terus berputar di kepala Arman. Sejak pagi hari ia sudah menyadari satu hal, pikirannya tidak setenang biasanya. Tapi dia tidak mau membahas ini dengan siapapun. Padahal selama ini Arman tidak pernah benar - benar memikirkan soal menikah dalam waktu dekat. Dalam bayangannya, urutan hidupnya sudah cukup jelas. Menyelesaikan koas, lalu menjalani internship, setelah itu baru memikirkan pekerjaan yang lebih tetap. Jika semuanya sudah stabil, barulah ia mulai serius merencanakan pernikahan. Itu selalu terasa sebagai rencana yang paling masuk akal. Namun setelah berbicara dengan Arsya tadi malam, entah kenapa sudut pandangnya sedikit ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD