"Tanti udah nggak apa - apa, kan?" tanya Mama Ana ketika sedang duduk di meja makan, matanya mengikuti langkah Arman yang baru saja turun dari tangga dengan tergesa. "Sudah jauh lebih enak, Ma, cuma hari ini dia nggak mau ke kantor, malas katanya," jawab Arman sambil meraih kunci mobil dari meja kecil di dekat pintu. "Hamil itu," celetuk Papa Kana santai tanpa mengalihkan pandangannya dari laytar hapenya, ada yang sedang ia baca. Arman hanya tersenyum tipis, sementara Mama Ana menoleh sekilas ke arah suaminya lalu kembali memandang Arman. "Mungkin, tapi nggak usah dibahas sama Tanti, nanti dia banyak pikiran," kata Mama Ana sambil tertawa kecil, nada suaranya ringan tanda menyimpan sesuatu tapi tidak mau membahasnya. Arman mengangguk, lalu menyandarkan tubuhnya sebentar di kursi. "Iy

