"Ah senangnya sudah sampai Medan lagi," ucap Eyang Nino sambil memeluk satu per satu anak, menantu, dan cucunya di Bandara Kualanamu. Suaranya hangat, napasnya masih teratur meski usia sudah tidak muda lagi. "Sudah hampir setahun Papa nggak ke sini," sahut Papa Kana sambil memeluk ayahnya sedikit lebih lama dari biasanya. "Iya lah. Kalian yang sering ke Jakarta. Jadi ngapain Papa ke sini," jawab Eyang Nino santai, lalu menepuk bahu Mama Ana, menantunya itu. Arman dan Arsya berdiri di belakang, menunggu giliran dipeluk. Arsya menunduk sedikit ketika Eyang Nino meraih kepalanya, mengusap rambutnya yang sudah kembali rapi setelah beberapa hari terlihat berantakan. "Kalian makin besar aja," gumam Eyang Nino. Mereka masih berdiri di area kedatangan ketika Papa Kana menoleh ke arah pintu ke

