Pastel Untuk Arsya

2873 Words

Gedung olahraga klub basket itu tetap ramai seperti Sabtu - Sabtu sebelumnya. Suara bola memantul ke lantai, teriakan pelatih, dan tawa anak-anak muda bercampur jadi satu. Keringat dan semangat memenuhi udara. Sandra berdiri di depan pintu masuk dengan tas kecil di bahunya, matanya menyapu ke dalam gedung, mencari satu sosok yang sejak tadi ada di kepalanya. Arsya. Ia datang dengan keyakinan penuh. Bahkan sepanjang jalan, Sandra sudah membayangkan berbagai kemungkinan. Mungkin Arsya akan kaget melihatnya. Mungkin ia akan tersenyum, lalu merasa bersalah, lalu akhirnya luluh dan mau ikut ke acara malam minggu ini. Semua itu terasa masuk akal di kepalanya seperti saran Yeni. Namun beberapa menit berlalu, dan sosok yang ia cari tidak juga muncul. Sandra melangkah lebih dalam ke sisi lapang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD