Terdengar suara berat yang mengejutkan kedua pasangan romantis tersebut. Keduanya sontak menoleh dan melihat sosok pria gagah dengan tampilan maskulin memandang penuh senyum kepada Kanaya. "Kanaya Maudya, akhirnya kita bertemu lagi!" serunya dengan penuh semangat, ia berjalan cepat mendekati Kanaya tanpa rasa canggung sama sekali. Kanaya mengerutkan dahinya, ia mengingat-ingat siapa pria yang ada didepannya ini. Sementara Dewa langsung waspada, pria itu menatap pria itu dari atas sampai bawah. Dari segi wajah jujur ia cukup tersaingi meski umur pria itu sudah matang. Postur tubuhnya pun sangat tegap terawat. "SMA Merdeka dengan sepeda listrik merah," ucap pria tersebut. "Kak Yudha?" Kanaya berseru sangat mengingat nama pria yang baru saja datang itu. "Akhirnya kamu mengingatku juga,

