Kanaya memejamkan mata tatkala Dewa mendekatkan dirinya, pria itu mengecup pelan bibirnya lalu bergantian melumatnya perlahan. Kanaya merasakan degupan jantungnya terdengar sangat keras, sentuhan yang membangunkan hasr*t liar yang selama ini telah ia lupakan. Semakin lama ciuman itu semakin liar, Dewa menghimpit tubuh Kanaya tanpa ampun dan tangannya menggerayangi setiap jengkal tubuh wanita itu. Ia tidak bisa memungkiri istrinya ini memiliki tubuh yang padat dan sangat menggoda. Perlahan-lahan Dewa menyibak dress yang dikenakan istrinya hingga bahu seputih susunya terekspos. Dewa menghentikan ciumannya sejenak, ia memandang Kanaya yang wajahnya tampak sudah memerah. "Bolehkah?" tanya Dewa dengan suara yang begitu berat menahan nafs*. Kanaya terdiam sesaat sebelum mengangguk penuh pera

