Jason Danovan Yunglow

2073 Words

Suara air mengalir memantul lembut pada dinding marmer putih. Cahaya lampu redup di kamar mandi bunker itu membuat ruangan tampak seperti ruang suci, tempat para pendosa mencuci lelah dan darah mereka di dunia. Dominick masih memegang pinggang sang istri, jemarinya menyusuri garis tubuh sang istri dengan penuh kelembutan. Bukan dengan nafsu, bukan dengan dorongan gelap... tapi dengan rasa takut yang baru saja berubah menjadi tekad. Sherina menyandarkan dahi ke d**a sang suami. Bahu Dominick hangat, stabil, kokoh, seperti benteng yang bahkan dunia gelap pun enggan menyentuh. Dan ketika dia bertanya soal nama, atmosfir berubah. Menjadi lebih hening. Lebih sakral, lebih hangat dan lebih romantis. Seolah kisah kelam yang baru mereka lewati lenyap seketika. Dominick menyeka air di pipi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD