Lorong Sempit Bau Darah

2418 Words

Ketika masa lalu membuka pintu... darah selalu menjadi undangan pertama. Angin malam Paris menyambar wajah Sherina begitu pintu bunker tertutup di belakang mereka. Udara dingin yang menusuk menyelinap ke dalam pori-pori, seolah mengingatkan bahwa dunia di luar bukan tempat untuk keluarga kecil seperti mereka. Dominick berdiri tegak di depan pintu bunker, tubuhnya membentuk siluet hitam di bawah lampu jalan yang redup. Wajahnya datar, rahangnya tegang, matanya memantau setiap sudut jalan berbatu yang dibasahi hujan tipis. Sherina berada di sampingnya, mengenakan jaket hitam panjang hingga lutut. Napasnya mengembun. Jason tertidur aman di dalam bunker... terlindungi, meski jauh dari kedua orang tuanya. Ketika pintu bunker terkunci otomatis, Sherina baru menyadari— Ada sesuatu yang berub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD