Keluar dari Bayangan

2616 Words

Hening kembali menelan ruangan setelah tawa kecil Sherina memudar. Hening yang hangat. Hening yang tidak datang dari ketakutan... tapi dari kepastian bahwa mereka masih hidup, dan mereka masih bersama. Dominick berdiri perlahan, tubuhnya masih terasa berat, tetapi sorot matanya telah berubah. Tadi, dia adalah badai. Sekarang, dia adalah pria yang siap menantang seluruh dunia demi wanita dan bayinya. Sherina masih duduk di samping kursi besi itu, kedua tangannya menutupi mulutnya karena baru menyadari betapa banyak luka yang ia bersihkan, berapa banyak darah suaminya yang menempel di jarinya. "Dom..." suaranya pelan, hampir seperti dia takut bicara lebih keras akan merusak momen itu. "Kau pasti kesakitan banget." Dominick berpaling. Tatapannya lembut. Berbahaya di luar, namun p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD