Swiss

2566 Words

Ledakan pintu itu seperti gong pemanggil iblis dari dasar dunia. Kayu pecah. Besi terpelintir. Debu beterbangan seperti kabut neraka. Dan dari balik cahaya lampu koridor yang berkelip silhouette hitam Dominick Yunglow berdiri tegak. Tubuhnya berlumur darah kering. Pisau di kakinya berkilat tipis. Urat di lengannya menegang seperti kabel baja. Mata abu-abu gelap itu berubah jadi sesuatu yang tidak manusiawi. Diam. Dingin. Sangat mematikan. Ghostline tidak tahu bahwa mereka baru saja membangunkan sesuatu yang tidak pernah seharusnya dibangunkan. LET'S BEGIN — bisik Dominick pada dirinya sendiri. Empat orang Ghostline masuk pertama, menyapu ruangan dengan sensor thermal. Mereka yakin target ada di belakang sofa. Mereka salah. Karena target sebenarnya sudah tepat di depan mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD