Langit Alpen

2291 Words

Salju masih turun di luar gua Alpen, namun di dalamnya, kehangatan mulai kembali—kehangatan yang hanya tercipta ketika cinta berhasil menarik seseorang kembali dari ambang kematian. Dominick masih berbaring, kepalanya bersandar di pangkuan Sherina. Napasnya mulai stabil, rona di pipinya kembali muncul sedikit demi sedikit. Sherina menunduk, bibirnya menyentuh pelipis suaminya seolah memohon pada Tuhan agar menit ini tidak pernah direnggut lagi. "Dom..." bisiknya lembut, "aku masih tidak percaya kau akhirnya bangun." Dominick membuka mata perlahan. Tatapan itu—gelap, dalam, dan selalu berhasil membuat Sherina merasa aman—kembali hidup. "Kau pikir aku tega meninggalkan kalian berdua?" Suaranya serak. "Kalau aku mati... siapa yang akan memelukmu tiap malam?" Sherina tertawa kecil sambil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD