Hujan masih turun membabi buta ketika Dominick mendorong pintu menuju parkiran bawah tanah. Lampu-lampu redup memantul di permukaan beton basah, menciptakan bayangan panjang yang bergerak setiap kali kilat menyambar. Suasana itu seperti ruang hampa—sepi, namun penuh ancaman yang tidak terlihat. Sherina merapat ke sampingnya, masih menahan Jason yang terlelap di dalam carrier. Meski tubuhnya gemetar, dia mengikuti dengan tekad yang keras. "Dom... kau yakin ini jalannya?" Dominick menengok, menatap mata istrinya sejenak. Ada badai di sana—badai yang sudah lama disimpan dan mulai bangkit. "Ya. Dua lantai di bawah ada lorong utilitas. Dari sana kita bisa keluar ke distrik kedelapan tanpa terdeteksi." Sherina mengangguk, menarik napas panjang. Mereka berjalan pelan. Setiap langkah terasa

