Ghostline Pattern

2486 Words

Lorong sempit itu berbau karat, tanah basah, dan listrik terbakar. Uap dingin dari pipa-pipa tua mengembun di udara, membuat napas Sherina semakin pendek dan terputus-putus. Dominick berlari membawa istrinya di punggungnya, sepatu militernya menghantam lantai batu dengan ritme tajam, stabil, cepat, penuh tekad. Jemari Sherina melingkar lemah di bahunya, namun genggaman itu masih berusaha mempertahankan kesadaran. "Dom... berapa jauh lagi?" Suara Sherina terdengar seperti bisikan dari dunia lain. "Dua menit lagi, Sayang. Kliniknya di balik pintu baja sebelah timur." Dominick mencoba menjaga suaranya tetap mantap. Padahal jantungnya sedang berdetak seperti palu godam. Racun itu menyebar lebih cepat dari perkiraan. Napas Sherina tersengal-sengal, kulitnya memucat, dan tatapannya mulai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD