44

1030 Words

Pagi itu, sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela kaca besar di lantai teratas gedung Ararya Group terasa begitu menyilaukan, seolah ingin menelanjangi kepalsuan yang tengah berlangsung di dalam ruangan. Amindita berdiri tegak di samping meja kerja mahoni milik Praditya. Ia mengenakan setelan kerja charcoal gray yang membalut tubuh mungilnya dengan sempurna, rambutnya disanggul rapi tanpa cela—sebuah topeng profesionalisme yang ia pasang rapat-rapat setelah badai emosi semalam di rumah ayahnya. Di hadapannya, duduk Nyonya Gayatri Aryatama dengan keanggunan yang mengintimidasi, didampingi Widya yang tampak berseri-seri mengenakan gaun floral dari desainer ternama. Di ruangan itu, aroma parfum mahal mereka bertabrakan dengan aroma kopi pahit yang baru saja disajikan Amindita. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD