Belum sempat Jessica menoleh untuk melihat siapa yang tiba-tiba lancang memeluknya, suara yang begitu familiar terdengar di dekat telinganya. "Jessica, aku mohon .... Tolong jangan minta aku untuk melepaskan pelukan ini. Aku benar-benar capek, Jes. Memeluk kamu seperti ini membuat aku merasa sedikit lebih tenang," ucap Levin, suaranya berat, seperti memendam kelelahan yang amat dalam. Jessica terdiam sejenak, bisa merasakan beban yang tersirat dalam nada suara pria itu. Tangannya perlahan meraih tangan Levin yang melingkar erat di pinggangnya. Ia tahu, Levin butuh pelarian dari segala yang membebaninya. "Kak ... lepaskan dulu," pintanya lembut, mencoba tidak menyakiti perasaan sang mantan. Walaupun Levin semakin mempererat pelukan itu sesaat, Jessica tetap melepaskannya perlahan. Ia tah

