Leon dan Bella segera mendekati Liona yang terlihat rapuh dalam ledakan emosinya. Mereka benar-benar khawatir, mengingat wanita itu tadi bahkan nekat melepas selang infus demi mengejar Levin. Bella yang melihat wajah pucat Liona kini dipenuhi air mata, merasa hatinya tercabik antara rasa kasihan dan kepanikan. Bagaimana bisa adik iparnya itu setegar ini, namun sekaligus terlihat begitu hancur? "Liona, tenang. Kamu jangan seperti ini, ya. Kamu masih sakit, Dek." Ia mencoba menenangkan dengan suara selembut mungkin. "Kak Bella, Kak Leon, aku mohon, tolong kejar Kak Levin dan bawa dia kembali ke sini. Aku nggak mau di pergi, aku nggak bisa tenang. Aku cuma mau dia di sini," pinta Liona sambil menahan tangis. "Liona, cukup! Sudah cukup kamu bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Kamu tahu be

