Bab 228

766 Words

Sore itu rumah mereka terasa lebih hangat dari biasanya. Sinar matahari masuk dari jendela dapur, membentuk bayangan lembut di lantai marmer. Suasana tenang, hanya terdengar suara kecil dari Althea yang sesekali mengoceh dari kursi bayinya, serta suara pensil Aidan yang masih sibuk menggambar di ruang keluarga. Zenia berdiri di dapur. Di depannya, bahan-bahan sudah tertata rapi. Cokelat batang. Mentega. Telur. Gula. Tepung. Ia menarik napas pelan. Hari itu, untuk pertama kalinya setelah semua yang terjadi… Zenia ingin melakukan sesuatu yang sederhana. Sesuatu yang dulu sering ia lakukan. Memasak untuk Matteo. Dan kali ini, ia memilih sesuatu yang sangat spesial. Brownies khas Prancis kesukaan Matteo. Zenia tersenyum kecil saat mengingatnya. Dulu, setiap kali ia membuat kue

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD