Sore itu yang semula hangat perlahan berubah menjadi sesuatu yang mencekam. Rumah mereka masih dipenuhi aroma brownies cokelat yang manis. Aidan duduk di ruang keluarga sambil menikmati potongan kedua kuenya dengan senyum lebar. Althea mulai mengantuk di kursinya, matanya setengah terpejam. Zenia baru saja keluar dari dapur sambil membawa segelas s**u untuk Aidan. Langkahnya santai. Pikirannya tenang. Namun semuanya berubah dalam satu detik. Ketika ia mengangkat pandangannya ke arah pintu kaca yang mengarah ke halaman belakang… Tubuhnya langsung membeku. Di sana. Berdiri seorang pria. Jefri. Tatapannya dingin. Dan di tangannya… Sebuah pisau berkilau terkena cahaya sore. Jefri menyeringai. Senyum itu tidak ramah. Lebih seperti ancaman yang sudah lama ia tunggu untuk dilepask

