Pagi di Athens terasa segar, dengan cahaya matahari lembut menembus jendela kamar mereka. Udara membawa aroma kopi dari kafe kecil di jalanan Plaka yang mulai ramai, sementara suara lonceng dari gereja kuno di dekatnya menambah suasana khas Yunani. Zenia sudah bangun lebih dulu, duduk di depan meja rias, rambutnya yang sedikit bergelombang tertata rapi, wajahnya bersivnar dengan make up senatural mungkin yang membuat matanya tampak lebih bercahaya. Gaun ringan berwarna krem menghiasi tubuhnya, menonjolkan kesan elegan tapi tetap nyaman untuk berjalan di Acropolis. Matteo membuka matanya perlahan dan melihat Zenia di seberang kamar. Ia tersenyum hangat, membalikkan tubuhnya, dan berkata, “Pagi, Zenia. Kau terlihat begitu… sempurna.” Zenia menoleh, tersenyum lembut, “Pagi, Matteo. Cepat be

