Bab 118

3124 Words

Zenia menatap tumpukan makanan di meja kafe kecil tepi laut dengan mata berbinar. Aroma rempahg, keju, sayuran segar, dan daging panggang bercampur dengan wangi laut yang lembut, membuatnya tersenyum lebar. “Matteo, lihat ini! Ada moussaka, tomat gemista, souvlaki, dan ada juga feta panggang dengan oregano. Rasanya benar-benar menggoda,” kata Zenia sambil menunjuk piring-piring yang tersusun rapi di meja. Matteo mengangguk, tersenyum sambil mengambil sepotong moussaka hangat. “Baiklah, Zenia. Kita coba semuanya. Aku ingin kau mencicipi rasa asli Santorini ini, semuanya dibuat dengan bahan segar lokal.” Zenia mengambil sepotong souvlaki, menatap Matteo sambil tersenyum nakal, “Matteo, kau harus mencoba ini juga. Rasanya begitu kaya dan aromvanya membuat lidahku menari-nari.” Matteo meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD