Bab 216

870 Words

Sore itu keluarga kecil itu akhirnya keluar lagi dari hotel setelah Aidan benar-benar merasa sehat dan bersemangat. Udara Tokyo terasa sejuk, tidak sedingin pegunungan bersalju yang mereka kunjungi beberapa hari sebelumnya. Lampu-lampu toko mulai menyala, dan aroma makanan dari berbagai restoran di sepanjang jalan membuat suasana kota terasa hidup. Aidan berjalan di depan dengan langkah ringan. Setelah beberapa hari sakit, sekarang energinya kembali seperti biasa. Ia bahkan beberapa khali berhenti untuk melihat papan menu restoran yang dipajang di depan pintu. “Mama… Papa… lihat ini.” Zenia dan Matteo berhenti di belakangnya. Aidan menunjuk gambar besar di depan sebuah restoran Jepang. Di papan itu ada berbagai makanan yang terlihat sangat menggugah selera. Ramen dengan kuah panas.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD