Sore itu rumah Ancelotti terasa hangat dengan aroma makanan yang mulai memenuhi dapur. Matahari yang mulai condong ke barat memantulkan cahaya lembut ke dalam ruang keluarga melalui jendela besar. Zenia berdiri di dapur dengan apron sederhana. Rambutnya diikat tinggi agar tidak mengganggu saat memasak. Di atas kompor, panci sup sedang mendidih perlahan, sementara di meja dapur sudah ada beberapa bahan yang telah ia potong rapi. Sesekali ia melirik ke arah ruang keluarga. “Aidan!” Suara Zenia terdengar dari dapur. Aidan yang sedang duduk di karpet ruang keluarga langsung menjawab. “Iya, Mama!” “Jaga Althea sebentar ya. Mama masak dulu.” Aidan langsung berdiri dengan wajah serius seperti mendapat tugas besar. “Baik!” Zenia tersenyum kecil dari dapur melihat kesungguhan putranya. D

