Bab 199

718 Words

Malam itu rumah Ancelotti terasa lebih tenang dibandingkan siang yang penuh tawa tadi. Lampu-lampu utama sudah diredupkan. Hanya lampu kecil di ruang keluarga yang menyala lembut, memberikan cahaya hangat yang membuat ruangan terasa nyaman dan damai. Di sofa panjang dekat jendela, Zenia duduk sambil menggendong Althea. Bayi kecil itu tampak mulai mengantuk. Matanya setengah tertutup, tapi sesekali masih membuhka sedikit seperti berusaha melawan rasa kantuknya. Zenia mengayun tubuhnya perlahan. Tangannya menepuk punggung kecil Althea dengan ritme lembut. Sambil itu, Zenia menyenandungkan lagu pelan. Suaranya sangat lembut. Hampir seperti bisikan. Nada yang sederhana, tapi penuh kehangatan seorang ibu. “Tidurlah… sayangku…” Althea menggerakkan tangannya kecil dan menguap pelan. K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD