Bab 163

2533 Words

Hari-hari setelah itu justru terasa semakin melelahkan bagi Matteo. Bukan karena pekerjaan, bukan karena rapat yang menumpuk, tapi karena satu hal yang terus mengusik ketenangannya. Mariana. Wanita itu benar-benar tidak menyerah. Awalnya terlihat biasa saja. Sapa pagi di lorong. Senyum kecil di lift. Pertanyaan ringan tentang pekerjaan. Matteo selalu menjawab seperlunya, singkat, tanpa membuka ruang. Ia mengira itu akan cukup. Ia salah. Mariana mulai mencari-cari alasan untuk berada di sekitar Matteo. Kadang ia muncul di depan ruang kerja dengan membawa map, pura-pura salah ruangan. Kadang ia menunggu di dekat mesin kopi, seolah kebetulan bertemu. Kadang ia menyelipkan pesan singkat di chat internal kantor, menanyakan hal-hal sepele yang sebenarnya bisa ia tanyakan ke siapa pun di divis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD