Bab 164

3466 Words

Pagi itu rumah terasa hangat. Zenia sudah bangun lebih awal dari biasanya, meski tubuhnya masih mudah lelah. Ia tetap memaksakan diri turun ke dapur karena ada satu hal yang ingin ia lakukan sendinri hari ini. Di meja sudah tersusun bahan-bahan sederhana, tapi ia mengaturnya dengan rapi, penuh perhatian. Ia ingin membuat sarapan yang sedikit berbeda. Sesuatu yang spesial. Ala Prancis, seperti yang pernah ia lihat di acara memasak. Tidak rumit, tapi cukup untuk membuat suasana pagi terasa lebih istimewa. Aroma mentega yang meleleh di wajan mulai menyebar. Zenia mengaduk pelan, memastikan tidak gosong. Di sisi lain, roti dipanggang sampai berwarna keemasan. Ia juga menyiapkan telur dengan cara sederhana, lalu menata semuanya di piring dengan hati-hati. Tidak sempurna, tapi dibuat dengan ni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD