Bab 209

2883 Words

Pagi itu rumah Matteo yang biasanya tenang tiba-tiba berubah sedikit gaduh. Suara tangisan anak kecil terdengar dari ruang keluarga. Tangisan itu bukan berasal dari Althea yang masih bayi. Melainkan dari Aidan. Bocah tujuh tahun itu berdiri di depan meja belajar kecilnya dengan wajah kusut dan mata mublai memerah. Di atas meja itu terbuka sebuah buku latihan sekolah dan beberapa lembar kertas. Aidan menatapnya seolah itu adalah sesuatu yang sangat menakutkan. “Aku tidak mau sekolah!” Suara tangisnya pecah lagi. Seorang pelayan yang tadi membantu menyiapkan tas sekolahnya terlihat bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. “Tu—Tuan muda…” Namun Aidan justru semakin keras menangis. “Aku tidak mau!” Zenia yang baru saja keluar dari kamar bersama Matteo langsung berhenti ketika mend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD