Bab 158

851 Words

Matteo tidak langsung tenang setelah kejadian di rumah itu. Malamnya, ketika Zenia sudah tertidur dan Aidan juga sudah terlelap, Matteo masih duduk di ruang kerja, menatap ponselnya tanpa benar-benar fokus. Ada perasaan tidak enak yang terubs mengganggu pikirannya. Ia tidak suka ada orang datang membawa tuduhan seperti itu, apalagi menyebut-nyebut namanya dan keluarganya. Ia tahu satu hal. Dua wanita itu tidak mungkin datang begitu saja tanpa alasan. Keesokan harinya, Matteo memanggil lima orang kepercayaannya. Mereka bukan orang sembarangan. Mereka sudah lama bekerja dengannya, tahu batas, tahu cara bertindak tanpa membuat masalah jadi semakin besar. “Aku mau kalian cari dua wanita yang kemarin datang ke rumah,” kata Matteo singkat, suaranya tenang tapi tegas. “Aku tidak mau ribut. Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD