Pagi itu udara terasa lebih berat dari biasanya. Matteo menyetir dengan tenang, tapi rahangnya mengeras sejak mereka keluar dari rumah. Zenia duduk di sampingnya, satu tangannya bertumpu di perutnya, satu tangan lagi menggenggam tas kecil berisi dokumen. Dia mencoba bernapas teratur, tapi detak jantungnya terasa lebih cepat. Hari ini adalah sidang pertama. Tidak ada yang benar-benar siap menghadapi momen seperti ini, meski mereka sudah menunggu sejak lama. Ini bukan sekadar proses hukum. Ini adalah pertemuan dengan masa lalu yang hampir menghancurkan mereka. Di kursi belakang, Aidan tidak ikut. Mereka sepakat, anak itu tidak perlu melihat semua ini. Dia dititipkan di rumah dengan orang yang mereka percaya. Matteo sempat berjongkok tadi pagi, mengusap kepala Aidan, berjanji akan pulang c

