Bab 103

409 Words

Zenia tertawa begitu membuka pintu kamar. Pemandangan di depannya membuat hatinya langshung melunak. Anjing kecil berbulu putih hitam itu meringkuk tepat di depan pintu, tubuhnya melingkar kecil seolah menjaga, atau mungkin menunggu dengan setia. Begitu pintu terbuka, kepala kecil itu terangkat cepat, matanya berbinar, lalu ekornya bergoyang kencang hingga seluruh tubuhnya ikut bergerak. “Ya ampun, kamu di sini dari tadi?” ujar Zenia gemas. Anjing kecil itu menggonggong pelan, lalu berdiri dengan kaki-kaki mungilnya yang sedikit gemetar karena terlalu bersemangat. Zenia langsung berjongkok dan mengulurkan tangan. Tanpa ragu, anjing itu melompat kecil ke arahnya. Zenia tertawa lagi, lalu menggendong tubuh mungil itu ke dalam pelukannya. “Kasihan sekali,” gumam Zenia lembut. Anjing kecil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD