Bab 104

397 Words

Matteo berdiri bersandar di kusen pintu kamar mandi dengan raut wajah yang jelas tidak bisa disebut ramah. Kedua tangannya terlipat di d**a, rahangnya mengeras, sementara pandangannya tak lepas dari pemandangan di hadapannya. Zenia berjongkok di depan bathtub kecil, leungan bajunya digulung, rambutnya diikat seadanya. Tangannya sibuk menyiram air hangat ke tubuh anjing kecil berbulu putih hitam itu. Anjing kecil itu terlihat begitu menikmati dimandikan. Sesekali ia mengibas-ngibaskan tubuhnya, membuat percikan air mengenai lantai dan sedikit mengenai kaki Zenia. Zenia hanya tertawa kecil, sama sekali tidak terganggu. “Diam, nanti airnya masuk ke telinga,” ujar Zenia lembut sambil mengusap kepala kecil itu. Anjing itu mendekat, moncongnya menempel ke lengan Zenia, lalu menjilat kulitnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD