Bab 219

3174 Words

Malam sudah mulai turun di rumah besar Matteo. Lampu-lampu di taman depan menyala lembut, sementara di dalam rumah suasana mulai lebih tenang setelah seharian dipenuhi aktivitas. Setelah makan malam dan menikmati kue tart buatahn Zenia tadi sore, rumah itu sempat dipenuhi tawa. Namun sekarang waktunya Althea tidur. Di kamar bayi yang berada di lantai atas, Zenia sedang berdiri di samping tempat tidur kecil putrinya. Ia menggoyangkan tubuh Althea dengan lembut sambil mengusap punggung bayi itu. Althea yang tadi masih cukup aktif akhirnya mulai mengantuk. Mata kecilnya berkedip perlahan. “Ba…” Zenia tersenyum lembut. “Iya, sayang.” Ia mencium dahi kecil putrinya. “Sudah waktunya tidur.” Perlahan-lahan Althea akhirnya benar-benar tertidur di dalam tempat tidurnya. Napasnya menjadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD