Bab 218

2420 Words

Siang di rumah Matteo terasa hangat dan tenang setelah kejadian pagi tadi di ruang tamu. Matahari masuk melalui jendela dapur besar, memantulkan cahaya lembut di meja marmer tempat Zenia sedang berdiri sambil melihat isi lemari bahan makanjan. Zenia membuka satu toples. Kosong. Ia membuka toples lain. Hanya sedikit gula. Kemudian ia membuka kulkas. Ia menatap isi kulkas beberapa detik. Telur ada. Mentega ada. Namun sesuatu masih kurang. “Tepung hampir habis…” Ia menghela napas kecil. Sejak pagi tadi Zenia memang sudah punya ide. Ia ingin membuat kue tart untuk keluarganya. Bukan karena ada acara khusus. Hanya karena ia ingin. Setelah perjalanan mereka ke Jepang, setelah semua masalah yang sempat terjadi, Zenia ingin melakukan sesuatu yang sederhana. Memasak untuk keluarga.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD