Pagi itu cahaya matahari menembus tirai jendela, menyinari ruang keluarga dengan lembut. Zenia duduk di sofa, menyeruput teh hangat dari cangkir porselen favoritnya. Udara pagi terasa segar, tapi ada sedikit kesejukan dari angin yang masuk melalui jendela yang terbuka. Aidan sedang duduk di lantai, sibuk merapikan mainan mobil-mobilannya, sesekali menoleh ke Mama-nya untuk memastikan ia baik-baik saja. Di sisi lain rumah, Matteo sibuk bersiap untuk berangkat kerja. Ia membuka lemari pakaian dan memilih kemeja yang rapi, kemudian menatanya di badan dengan cekatan. Aroma parfum yang biasa ia gunakan pagi itu tercium samar di udara, aroma maskulin yang Matteo sukai dan telah menjadi kebiasaannya setiap hari kerja. Zenia menutup mata sejenak, menarik napas panjang, lalu membuka kembali matan

