Bab 135

2770 Words

Zenia duduk di sofa ruang keluarga, selimut tipis menutupi kakinya, mata menatap layar televisi. Sintron yang sedang diputar menampilkan adegan dramatis; seorang perempuan antagonis yang begitu licik dan jahat merencanakan sesuatu yang menyakiti tokoh utama. Zenia mengikuti setiap gerakan, ekspresi, dan kata-kata yang diucapkan karakter itu. Tanpa sadar, air matanya mulai menetes. Perlahan ia menutupi mulutnya dengan tangan, menahan suara terisak, tapi tetap saja beberapa tetes jatuh di pipinbya. Aidan, yang sedang duduk di lantai bermain dengan mainannya, menoleh kaget. “Mama, kenapa menangis?” tanyanya polos dan cemas. Matteo yang duduk di kursi dekat Zenia, menatap istrinya dengan tatapan panik campur heran. “Zenia… apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” Zenia menghapus air matanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD